NIKAH: SEMANGAT ATAU SIAP?

Antara “Semangat Nikah” dengan “Siap Nikah” itu: BEDA!

Ketahuilah: pernikahan itu butuh banyak sekali persiapan.

“Kok ngelarang-larang orang nikah, Bang?”

Ada yang kalian belum mengerti, sebelum memasuki gerbang ini. Kehidupan yang sama sekali berbeda, tidak bisa dijalani modal kata, “YES, AKU PASTI BISA!”

Pertanyaannya: sudah berapa lama kalian mempersiapkan diri? Apa saja yang kalian lakukan? Buku, ceramah, ilmu, nasihat apa yang kalian dengar dan miliki?

Banyak sekali kita temukan orang semangat nikah. Tapi apakah itu selalu linear dengan kesiapannya?

Siap itu bukan nyali berani nikah. Siap itu mampu mengatasi apapun yang terjadi pasca nikah. Semangat akan terbukti di hari H walimah. Tapi siap adalah setelah itu.

Berhari, berminggu, berbulan, tahun-tahun dengan masalah yang tak menentu.

Berjubel lajang diprovokasi untuk menikah. Tapi, apa provokatornya mengingatkan: pentingnya persiapan?
Ya Salaam. Ijab qabul itu mudah. Namun setelah itu, perjuangan luar biasa. Kalau bukan urusan “gawat darurat”, belajarlah baik-baik.
Serap, fokus, mantap.

Saya bukan melarang anak muda menikah. Bahkan saya sering kok, menganjurkan mereka menikah. Tapi, nikah modal semangat itu seperti nyuruh orang perang, tapi nggak dikasih senjata.

Keren? Kagak.

Konyol? Banget!

– Asa Mulchias –

“Berjubel lajang diprovokasi untuk menikah” Hahahah eta pisan! Bocen, kadang. 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s