er i ri n d u du.

Hai yang disana,
Duhai tanah haram, adakah juga merindukanku?
Assalamu’alaika yaa Rasul saw, rindu pulakah engkau kepadaku?

Udara, terik, tanah, harum, dinding, air zamzam, kurma, aku pun merindukan kalian karena Allah.

Wahai imam masjidil haram,, sungguh aku merindui malam-malam menangis dalam shalat bersama tuan-tuan sekalian T_T

Inikah Rabb, hikmah Kau pertemukanku dengan semua itu setahun lalu di bulan Ramadhan?
Agar tiap Ramadhan datang, rinduku tak tertahan lagi.

Tiap shalat menangis terbayang sedang shalat disana,
Tilawah tiba-tiba bergetar melelehkan air mata, merasakan suasana duduk di masjidil haram membaca Alqur’an sambil menunggu berbuka.
Detik demi detik dalam puasa, tiap jejak langkah, tiap hembus nafas, merasai rindu yang tak sudah-sudah.

Bagaimana aku menyudahi kerinduan ini? Ah~~~ bahkan aku menikmatinya. Bahkan aku tak ingin Allah mencabut rindu ini. Bahkan aku ingin terus merinduinya.

Allah, berkenankah mengundangku kembali, Mengobati rindu yang sampai ke ubun-ubun ini?

Aku rindu bersujud padaMu di atas tanah haram, ya Rabbalharramain……
Duhai pemilik ka’bah, baitullah, dan tanah haram.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s